Polisi Kawal Lanjutan Pembongkaran Mandiri Alat Tangkap Tradisional di Mendale
Polisi Kawal Lanjutan Pembongkaran Mandiri Alat Tangkap Tradisional di Mendale
Takengon – Upaya pelestarian Danau Lut Tawar terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan lanjutan pembongkaran alat tangkap tradisional jenis cangkul padang dan cangkul dedem yang berlangsung secara mandiri oleh masyarakat Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, pada Selasa (8/7/2025) pukul 10.25 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, aparat Kepolisian dari Polsek Kota Takengon turut hadir dan mengawal jalannya proses pembongkaran bersama unsur Muspika Kecamatan Kebayakan. Hadir di lokasi Camat Kebayakan, anggota Polsek Kota Takengon, Bhabinsa Kampung Mendale, Reje Kampung Mendale, serta masyarakat setempat termasuk para pemilik alat tangkap.
Pembongkaran dilakukan di sejumlah titik seputaran Danau Lut Tawar, salah satunya milik Amri Marjan (27), warga Kampung Mendale. Tindakan ini merupakan hasil dari sosialisasi yang telah dilakukan sebelumnya mengenai dampak negatif penggunaan alat tangkap tradisional terhadap kelestarian ekosistem danau.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Dody Indra Eka Putra, melalui Kapolsek Kota Takengon AKP Sastra Wijaya, menyampaikan bahwa kehadiran polisi di lapangan merupakan bentuk dukungan terhadap program pelestarian lingkungan sekaligus menjamin keamanan selama kegiatan berlangsung.
“Polri hadir untuk mengawal proses pembongkaran agar berjalan tertib dan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian Danau Lut Tawar,” ujar AKP Sastra Wijaya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sendiri berkomitmen untuk mempercepat proses penertiban alat tangkap yang tidak ramah lingkungan melalui kerja sama lintas sektor. Jika masih ditemukan pemilik yang enggan membongkar sendiri, akan dilakukan pembongkaran oleh tim gabungan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di sekitar Danau Lut Tawar untuk turut serta dalam menjaga keberlangsungan ekosistem danau yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Aceh Tengah.
Komentar
Tambah Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!